Jusniwati: 3 Hal yang Dapat Membinasakan Diri

Kuansing (Inmas), Kegiatan Pembinaan Mental dan Rohani pegawai di kantor Kementerian Agama kabupaten Kuantan Singingi kembali dilaksanakan di Musholla Al-Ikhlas pada hari Jum’at (11/01/2019). Kegiatan ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bakhtiar, S.Pd.I, setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh Jusniwati, S.Ag, penceramah adalah seorang penyuluh yang bertugas di KUA kecamatan Kuantan Tengah.

“Ada 3 hal yang dapat membinasakan diri,” ucap Jusniwati di awal tausiyahnya.

“Pertama: sifat kikir. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Dan orang-orang yang bakhil (kikir) itu jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga dan dekat pada neraka.” (H.R. Tirmidzi). Orang kikir biasanya merasa, sifat kikir dapat menguntungkan dirinya. Tidak mau zakat, sedekah, wakaf, dan lain sebagainya, sehingga hartanya tidak berkurang. Padahal sebaliknya, justru sifat kikirlah yang akan mempersulit hidupnya, dunia maupun akhirat”.

“Kedua: hawa nafsu yang dituruti. Nafsu pada manusia ada 3 tingkatan. Pertama, nafsu ammar. Nafsu yang mendorong manusia melakukan keburukan yang dilarang oleh agama. Kedua, nafsu lawwamah. Dorongan hati menyesali perbuatan yang menyimpang. Ketiga, nafsu muthma’innah. Ini merupakan tingkatan nafsu yang tertinggi. Nafsu yang tenang, bersih, dikendalikan oleh akal sehat, dan ada dorongan untuk kembali kepada Allah”.

“Ketiga: membanggakan diri atau sombong. Sombong adalah sifat yang tidak disukai oleh manusia, yang berhak dan pantas sombong itu hanyalah Allah, karena Dia lah yang memiliki segalanya”.

“semoga kita semua terhidar dari perbuatan yang dapat merusak ini, dan tertanam nafsu muthma’innah didalam diri kita, yang selalu mendorong kita untuk mengingat Allah dan kembali kepada-Nya,” ungkap Jusniwati diakhir tausiyahnya.

Sesi terakhir pada kegiatan pagi itu adalah arahan yang disampaikan oleh Kasi Pakis H. Sarpeli, M.Ag mewakili Kakankemenag. Beliau mengajak orang yang hadir untuk selalu besyukur dengan nikmat yang telah diterima selama ini, kalau bukan karena nikmat dan rahmat dari Allah, niscaya manusia akan terus berada dalam kegelapan dan kegelisahan berkepanjangan.

Sebagai penutup Kasi Pakis berpesan kepada pegawai, untuk terus meningkatkan motivasi dalam bekerja, ikhlas dalam beramal, dan tetap menjaga kedisiplinan. (N/R)

Anda mungkin juga berminat